Kamis, 14 Maret 2013

Saat ibu pergi memijat, bapak tiri cabuli anaknya


Cabuli anak tiri AM (30) warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dilaporkan istri ke Mapolres Pandeglang, Banten. AM diduga tega mencabuli anak tirinya, B (12) yang saat ini masih duduk di bangku SD. AM diduga telah melakukan pencabulan anak tirinya sejak 2011 lalu.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa pencabulan ini terungkap oleh ibu kandungnya yang melihat B murung dan terlihat tengah menahan rasa sakit. Saat ditanya, B tetap bungkam.
Sang ibu yang penasaran terus membujuk B untuk bercerita. Akhirnya B mau terbuka dan menceritakan dirinya telah dicabuli oleh bapak tirinya, lelaki yang telah dinikahi ibunya tersebut.
Setelah mendengar cerita anak kandungnya, sang ibu emosi dan bergegas melaporkan kasus pencabulan ini kepada Polres Pandeglang.
Kanit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pandeglang Bripka Choirul Anam mengatakan, setelah menerima laporan dari orang tua korban, pihaknya menindaklanjuti dan mengerahkan anggota untuk menangkap pelaku.
Pelaku mengaku sudah merayu-rayu korban selama tujuh kali dan satu kali menggaulinya.
"Korban satu kali digauli di rumah kontrakannya, saat ibu pelaku sedang mendapatkan panggilan untuk memijat," kata Bripka Chaerul Anam, Kamis (7/3).
Dari keterangan korban, pelaku melakukan aksinya dengan cara mengiming-imingi akan memberi uang. Pelaku juga selalu mengancam agar sang anak tidak bilang terhadap siapa pun termasuk ibu kandungnya.
"Pelaku juga selalu mengiming-imingi korban akan memberikan uang," tuturnya.
Akibat perbuatannya, AM diancam terjerat pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Sumber : merdeka.com

Rabu, 13 Maret 2013

Guru cabuli siswi di lab komputer, orangtua lapor ke polisi


Kasus pencabulan guru terhadap muridnya kembali terjadi. Seorang guru di sebuah SMA di Bojonegara, Serang Banten, dilaporkan ke Polres Cilegon oleh orangtua murid. Diduga, pencabulan itu dilakukan lebih dari sekali.

Korban berinisial SS merupakan siswi kelas 2 di SMA tersebut. Saat diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cilegon, Senin (11/3) kemarin, dia mengaku dipaksa melayani nafsu gurunya berinisial AR secara berulang kali di ruang laboratorium sekolah. Orangtua korban mendampingi SS melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resort Cilegon.

Dituturkan ibu korban, tindakan pelecehan seksual itu terungkap setelah dia curiga dengan gelagat anaknya yang beberapa hari terakhir kerap mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya.

Setelah didesak, barulah korban menceritakan kondisi yang dialaminya bahwa telah dicabuli oleh seorang guru di sekolahnya. Pencabulan itu sudah dialami SS sejak akhir tahun 2012, namun terus berulang bahkan hampir di setiap waktu hingga awal bulan maret ini.

Mirisnya, aksi itu beberapa kali berlangsung di ruang laboratorium sekolah saat pelajaran berlangsung. Korban sempat akan menceritakan hal ini ke orang tua sebelum kejadian ini terungkap, namun dihalangi pelaku dengan ancaman dan berjanji akan bertanggung jawab.

"Di ruang komputer, saat melakukannya dia bilang akan bertanggung jawab," ungkap SS saat berada di ruang pemeriksaan.

Sementara itu, Kasubag Kasubag Humas Polres Cilegon AKP Dedi Rudiman mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Krakatau Steel. Dedi juga menambahkan, meskipun tindakan tersebut dilakukan oleh guru dan murid itu berdasarkan suka sama suka, pelaku dapat dijerat pasal 81 dan 82 Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

"Untuk sekarang kasus sedang diproses di Unit Pelayanan Perlindungan Anak Polres Cilegon," ujarnya saat dihubungi, Selasa (12/3).

"Kita masih mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan korban dan menunggu hasil visum. Dan guru yang dilaporkan oleh orangtua siswi tersebut, secepatnya akan di panggil dan mintai keterangan," imbuhnya.

Saat ditanya apakah kasus itu bermotif suka sama suka, Dedi mengatakan, belum mendapatkan keterangan dari penyidik lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Belum tahu, yang pasti guru tersebut dilaporkan oleh orangtua murid. Saya juga belum konfirmasi lebih lanjut ke Kanit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) terkait hal tersebut, karena masih dalam pemeriksaan," tegas Dedi

Sementara itu, pihak sekolah dan guru AR yang coba dikonfirmasi terkait kasus ini belum dapat dimintai keterangan.




Sumber : 
http://www.merdeka.com/peristiwa/guru-cabuli-siswi-di-lab-komputer-orangtua-lapor-ke-polisi.html

Selasa, 12 Maret 2013

Balitan Umur 4 Tahun Dicabuli


MERDEKA.COM. SA, balita perempuan berusia empat tahun diduga dicabuli orang tak dikenal di sebuah kebun tak jauh dari rumahnya, di Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (9/3) dini hari. Kasus yang telah dilaporkan ke Polsek Menes ini menguat karena korban mengalami luka serius pada alat kelaminnya hingga harus menjalani operasi di RSUD Serang.

Dari pengakuan kakek korban, Maman (52), kejadian itu bermula ketika korban ditemukan oleh warga di kebun belakang rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Korban, ditemukan sedang menangis dengan kondisi tidak mengenakan pakaian. Padahal, sebelumnya korban tidur bersama dengan keluarganya.

"Awalnya warga mendengar suara tangisan bocah. Saat dicek ternyata itu cucu saya sedang nangis di kebun belakang rumah," ungkap Maman, saat ditemui di RSUD Serang, Selasa (12/3).

Pihak keluarga tidak menyangka SA telah dicabuli. Namun, dugaan korban telah dicabuli muncul setelah korban mengeluh sakit saat buang air.

"Dia ngeluh sama ibunya saat buang air sakit, ternyata setelah dicek kelaminnya berdarah. Langsung saat itu dibawa ke klinik terdekat, ternyata harus dioperasi dan dibawa ke RSUD Serang. Operasi sudah satu kali, tapi kata dokter mau dioperasi lagi," jelas Maman.

Salah seorang warga yang menemukan korban, Satiah (43) mengaku, menemukan korban bersama warga lainnya setelah mendengar suara tangisan korban. Saat ditemukan korban hanya mengenakan baju, tanpa menggunakan celana. Korban ditemukan berjarak sekitar seratus meter dari tempat tinggalnya.

"Pertama mendengar suara tangisan, pas di temuin ternyata korban. Dalam keadaan sudah tidak mengenakan celana," ujar Satiah.

Hingga kini SA masih berbaring lemas di ruang khusus Kusuma Wijaya, RSDUD Serang, ditemani ibunya, setelah menjalani operasi di bagian kelaminnya. Pihak keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menes.

Pihak keluarga berharap petugas dapat segera menangkap orang yang telah tega menculik dan menyetubuhi korban.
Sumber: Merdeka.com