JAKARTA – Gubernur Banten - Hj.Ratu Atut Chosiyah
kembali mendapatkan penghargaan Anugrah Parahitna Ekapraya (APE), sebuah
penghargaan atas pengabdian, komitmen dan pengimplementasian strategi
pengarusutamaan gender dan pemenuhan hak anak di berbagai sektor pembangunan
yang penyerahan penghargaanya dilakukan langsung oleh Presiden Republik
Indonesia (RI) - Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak peringatan Hari Ibu
ke-84 tingkat nasional di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (18/12).
Berdasarkan hasil evaluasi dari Tim Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Banten memperoleh
penghargaan Anugrah Parahitna Ekapraya yang kelima kalinya di tahun 2012.
Selain Banten ada pula yang mendapatkan penghargaan APE yaitu dari 12
kementerian/lembaga di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian
Keuangan dan Kementerian Kesehatan.
Sedangkan untuk tingkat provinsi sebanyak 21 provinsi
termasuk Banten, di antaranya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jawa Timur, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali,
Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Lampung, Sumetera Selatan,
Kalimantan Barat, Sulwaesi Tengah, Sumetera Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa
Tenggara Barat (NTB), Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan. selain
di tingkat provinsi, ada 42 lagi penghargaan yang diberikan untuk tingkat
kabupaten/kota di antaranya dari Kota Surabaya, Kabupaten Rembang dan dan
Kabupaten Badung (Provinsi Bali).
Pada saat acara kunjungan Tim Penilai APE dari Kementerian
Pemberdayaan Perempuan beberapa waktu lalu, Gubernur pernah menyampaikan bahwa
Pemerintah Provinsi Banten bertekad untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya
kepada kaum perempuan sesuai dengan kemampuan dan eksistensinya untuk berkarya
dan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Dengan diterbitkannya Perda Nomor 10 tahun 2005 tentang
Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah hal itu telah menunjukkan bahwa
strategi pengarusutamaan gender di Provinsi Banten telah masuk dalam program
pembangunan yang dimulai dari tahap perencanaan, perumusan kebijakan,
pelaksanaan, sampai tahap evaluasi dan monitoring” jelas Gubernur beberapa
waktu lalu.
Provinsi Banten dalam meningkatkan kesetaraan gender antara
perempuan dan laki-laki telah bekerjasama dengan organisasi-organisasi
perempuan di antaranya dengan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW), PKK
dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Selain itu
juga kerjasama dilakukan dengan pihak perbankan untuk meningkatkan perekomian
keluarga melalui PNPM Mandiri dan simpan pinjam perempuan yang saat ini sudah
berjalan dengan pengembalian sangat baik di 154 kecamatan yang ada di Provinsi
Banten, hanya 2 kecamatan saja yang saat ini belum memenuhi target tersebut.
“Dalam rangka menunjang keterpaduan dan keberlangsungan
program pembangunan berbasis gender, anggaran untuk pelaksanaan program
pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender setiap tahunnya meningkat,
selaras dengan ditetapkannya kebijakan di setiap SKPD minimal satu kegiatan
responsif gender” ujar Gubernur.
Presiden RI dalam mengimbau agar semua pihak untuk mencegah
pelecehan terhadap kaum perempuan. Semua pihak diminta untuk melindungi hak-hak
dan menghormati kaum perempuan.
“Saya minta kepada semua pemimpin di negeri ini baik formal
maupun nonformal untuk menjadi contoh dan teladan. Itulah amanah dan tugas
seorang pemimpin yang tidak mudah” ungkapnya.
Presiden juga mengingatkan kepada kaum ibu dan perempuan
untuk menyukseskan pembangunan yang digagas dalam millenium development goals
(MDGs). Sehingga di 2013 mendatang diharapkan bangsa-bangsa sedunia dapat
menghapuskan kemiskinan di negaranya masing-masing.
Menteri Pemberdayaa Perempuan dan Perlindungan Anak-Linda
Amalia Sari Gumelar mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai peran
yang adil dan setara di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan di dalam
memperjuangkan kesejahteraan ekonomi, sosial, politik dan hukum serta
mendapatkan akses dan kesempatan yang sama di dalam mendapatkan sumber daya
pembangunan, termasuk akses informasi, teknologi dan komunikasi dan perlakuan
yang adil di muka hukum.
“Untuk itulah kemajuan yang sudah dicapai kaum perempuan dan
laki-laki di dalam tujuan pembangunan MDGs perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan”
tegas Menteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar